Sabtu, 10 November 2012

Wayang Golek (Bahasa Indonesia)

(Wayang Golek)
      Wayang Golek adalah suatu seni pertunjukan wayang yang terbuat dari boneka kayu, yang terutama sangat populer di wilayah Tanah PasundanWayang adalah bentuk teater rakyat yang sangat popular. Orang sering menghubungkan kata “wayang” dengan ”bayang”, karena dilihat dari pertunjukan wayang kulit yang memakai layar, dimana muncul bayangan-bayangan.
      Asal mula wayang golek tidak diketahui secara jelas karena tidak ada keterangan lengkap, baik tulisan maupun lisan. Kehadiran wayang golek tidak dapat dipisahkan dari wayang kulit karena wayang golek merupakan perkembangan dari wayang kulit.
      Kelahiran wayang golek diprakarsai oleh Dalem Karang Anyar (Wiranata Koesoemah III) pada masa akhir jabatannya. Waktu itu Dalem memerintahkan Ki Darman yang tinggal di Cibiru, Ujung Berung, untuk membuat wayang dari kayu. Bentuk wayang yang dibuatnya semula berbentuk gepeng dan berpola pada wayang kulit. Namun, pada perkembangan selanjutnya, atas anjuran Dalem, Ki Darman membuat wayang golek yang membulat tidak jauh berbeda dengan wayang golek sekarang. Di daerah Priangan sendiri dikenal pada awal abad ke-19. Perkenalan masyarakat Sunda dengan wayang golek dimungkinkan sejak dibukanya jalan raya Daendels yang menghubungkan daerah pantai dengan Priangan yang bergunung-gunung. Semula wayang golek di Priangan menggunakan bahasa Jawa. Namun, setelah orang Sunda pandai mendalang, maka bahasa yang digunakan adalah bahasa Sunda.

Kamis, 08 November 2012

Japanese Honorific

San
    San is the most commonplace honorific, and is a title of respect typically used between equals of any agealmost universally added to a person's name, in both formal and informal contexts.
Chan 
    Chan is used (but is not limited) to babies, young children, grandparents and teenage girls. It may also be used towards cute animals, lovers, close friends, any youthful woman, or between friends. It can be used for males in some circumstances, but in general this use is rather condescending or intimate. Using chan with a superior's name is considered to be condescending and rude.
Bō
   Bō is another diminutive that expresses endearment. Like "chan", it is used for babies and young children, but is exclusively used for boys instead of girls.
Kun
    Kun is used by persons of senior status in addressing or referring to those of junior status, or by anyone when addressing or referring to male children or male teenagers, or among male friends.
Sama
    Sama is a markedly more respectful version of san. It is used mainly to refer to people much higher in rank than oneself, toward one's customers, and sometimes toward people one greatly admires.
Senpai
    Senpai is used to address or refer to one's senior colleagues in a school, a dojo, sports club.
Sensei
    Sensei is used to refer to or address teachers, doctors, politicians, lawyers, and other authority figures.
Shi
    Shi is used in formal writing, and sometimes in very formal speech, for referring to a person who is unfamiliar to the speaker, typically a person known through publications whom the speaker has never actually met.

Selasa, 06 November 2012

Korean Honorific

Nim : A formal way of addressing someone typically older and / or more respected then you
Ssi : A formal way of addressing someone you do not know or are unfamiliar with
Nuna : A friendly way of addressing an older woman near your age if you're a guy
Hyung : A friendly way of addressing an older man near your age if you're a guy
Unni : A friendly way of addressing an older woman near your age if you're a girl
Oppa :  A friendly way of addressing an older man near your age if you're a girl
Ajumma : Older woman typically aged between mid/late 30's - early 50's. Calling someone younger than mid 30's this is rather offensive
Ajussi : Older man typically aged between mid/late 30's - early 50's. Korean men, especially those in their 30's , prefer to be called hyung / oppa by those younger than him rather than Ajussi
Sunbae : Used to address senior colleagues or mentor figure, e.g. students referring to or addressing more senior students
Hubae : Used to refer to juniors.
Naeuri : Was used by commoners in the Joseon Dynasty to refer to people of higher status but below "His Excellency"
Seonsaeng : Commonly translated as "Teacher", has much more formality and is used to show respect to the addressee.

Senin, 05 November 2012

Green Canyon (English Language)

(Green Canyon)
      Green Canyon is an attraction located in the village of Kertayasa, District Cijulang, Ciamis, West Java, Indonesia. Actually, this place has a real name Cukang Taneuh. Green Canyon name itself was popularized by a French citizen in 1993. While Cukang Taneuh has meaning land bridge. That's because over the valley and ravine Green Canyon there is a bridge of land used by farmers around there to get to their gardens.
      This amazing attraction is actually a flow of the river Cijulang passing through the cave full of beauty and charm of it's stalaktif and stalagmite. Moreover this area also flanked by two hills, as well with many rocks and grove of trees. Everything was formed as a natural painting is so unique and so challenging to discover.

Green Canyon (Bahasa Indonesia)


(Green Canyon)
      Green Canyon adalah sebuah objek wisata yang terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Ciamis, Jawa Barat. Sebenarnya tempat ini mempunyai nama asli  Cukang Taneuh. Nama Green Canyon sendiri dipopulerkan oleh seorang warga Perancis pada tahun 1993. Sedangkan Cukang Taneuh mempunyai arti jembatan tanah. Hal itu dikarenakan di atas lembah dan jurang Green Canyon terdapat jembatan dari tanah yang digunakan oleh para petani di sekitar sana untuk menuju kebun mereka.
      Objek wisata mengagumkan ini sebenarnya merupakan aliran dari sungai Cijulang yang melintas menembus gua yang penuh dengan keindahan pesona stalaktif dan stalakmitnya. Selain itu daerah ini juga diapit oleh dua bukit, juga dengan banyaknya bebatuan dan rerimbunan pepohonan. Semuanya itu membentuk seperti suatu lukisan alam yang begitu unik dan begitu menantang untuk dijelajahi.

Kamis, 01 November 2012

Muse (English Language)


         Muse is an alternative rock band from England. The band was formed in Devon, in 1994. Muse has a music genre that combines rock, progressive rock, classical music, and electronics. Muse's three-member, namely Matthew Bellamy (vocals, guitar, piano, keytar), Chris Wolstenholme (bass, backing vocals, keyboards, guitar) and Dominic Howard (drums, percussion).
         Muse have released six albums recorded as follows:
- Showbiz (1999)
- Origin of Symmetry (2001)
- Absolution (2003)
- Black Holes & Revelations (2006)
- The Resistance (2009)
- The 2nd Law (2012)
         Muse have won many awards, which in total accounted for 36 awards from 97 nominations.

Muse (Bahasa Indonesia)


(Personil Muse)
            Muse adalah grup musik rock alternatif asal Inggris. Band ini dibentuk di Devon pada tahun1994. Muse memiliki genre musik yang memadukan rockrock progresifmusik klasik, dan elektronika. Muse beranggotakan tiga orang, yaitu Matthew Bellamy (vokal, gitar, piano, keytar), Chris Wolstenholme (bass, backing vokal, keyboard, gitar) dan Dominic Howard(drum, perkusi).
      Muse telah merilis enam album rekaman yaitu :
- Showbiz (1999)

- Origin of Symmetry (2001)
- Absolution (2003)
- Black Holes & Revelations (2006)
- The Resistance (2009)
- The 2nd Law (2012)
      Muse telah memenangkan banyak penghargaan, yang keseluruhannya berjumlah 36 penghargaan dari 97 nominasi.